Petani Sambut Gembira Sikap DPRD
Kabar penolakan DPRD ini langsung disambut positif oleh para petani di beberapa kecamatan seperti Telagasari, Cilamaya, dan Tempuran.
Baca Juga:
Tabligh Akbar “Penyejuk Hati” Kembali Hadir untuk Pemirsa, Dakwah Menenangkan Hati dan Sholawat Syahdu Live dan Eksklusif hanya di RCTI
Salah satu petani, Rohadi (52), mengatakan dirinya sempat khawatir jika pajak naik karena hasil panen tahun ini kurang baik akibat cuaca ekstrem.
“Kami berterima kasih kepada DPRD. Kalau pajak naik lagi, kami bisa rugi terus. Panen saja sering gagal karena air dan hama,” ungkapnya.
Baca Juga:
Proses Peningkatan Status CPNS ke PNS di Kabupaten Sumedang Masuki Tahap Akhir
Fokus ke Ketahanan Pangan Daerah
Selain menolak kenaikan PBB pertanian, DPRD juga mendesak Pemkab Karawang agar memperkuat anggaran subsidi benih, pupuk, dan irigasi dalam APBD 2026. Menurut Komisi II, dukungan ini sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan daerah dan mencegah alih fungsi lahan produktif ke sektor industri.
“Kalau pertanian tidak dilindungi, Karawang akan kehilangan identitasnya sebagai lumbung padi Jawa Barat,” kata Natala menutup rapat.