Petani Sambut Gembira Sikap DPRD
Kabar penolakan DPRD ini langsung disambut positif oleh para petani di beberapa kecamatan seperti Telagasari, Cilamaya, dan Tempuran.
Baca Juga:
Agus Wahidin: Program 3 Juta Rumah Harus Tepat Sasaran dan Berbasis Gotong Royong
Salah satu petani, Rohadi (52), mengatakan dirinya sempat khawatir jika pajak naik karena hasil panen tahun ini kurang baik akibat cuaca ekstrem.
“Kami berterima kasih kepada DPRD. Kalau pajak naik lagi, kami bisa rugi terus. Panen saja sering gagal karena air dan hama,” ungkapnya.
Baca Juga:
Jemaah Haji Sumedang Kloter KJT 29 Dijadwalkan Tiba 22 Juni 2026, Kemenhaj Imbau Keluarga Patuhi Aturan Penjemputan
Fokus ke Ketahanan Pangan Daerah
Selain menolak kenaikan PBB pertanian, DPRD juga mendesak Pemkab Karawang agar memperkuat anggaran subsidi benih, pupuk, dan irigasi dalam APBD 2026. Menurut Komisi II, dukungan ini sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan daerah dan mencegah alih fungsi lahan produktif ke sektor industri.
“Kalau pertanian tidak dilindungi, Karawang akan kehilangan identitasnya sebagai lumbung padi Jawa Barat,” kata Natala menutup rapat.