Karawang — Satuan Kerja (Satker) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Jawa Barat, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), menyatakan tidak sanggup melakukan rekonstruksi total terhadap seluruh ruas Jalan Pantai Utara (Pantura) di Kabupaten Karawang. Hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.
Informasi tersebut disampaikan melalui keterangan yang beredar di ruang publik, sebagaimana diunggah oleh akun informasi lokal, yang menyebutkan bahwa PPK 1.1 Jabar hanya mampu melakukan penanganan jalan secara terbatas dan tidak dapat merealisasikan rekonstruksi menyeluruh di seluruh ruas Pantura Karawang.
Baca Juga:
Bupati Karawang Wajibkan Gerakan Bersih Pagi di OPD, Kecamatan, hingga Sekolah
Jalan Pantura Karawang merupakan jalan nasional yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat dan menjadi jalur utama lalu lintas kendaraan, termasuk angkutan barang dan logistik dengan beban berat. Tingginya intensitas kendaraan berat disebut sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi jalan di sejumlah titik.
Dalam keterangan tersebut, disebutkan bahwa keterbatasan anggaran membuat pelaksanaan rekonstruksi total tidak dapat dilakukan secara menyeluruh di seluruh ruas jalan Pantura Karawang, meskipun terdapat sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan.
PPK 1.1 Jabar menyatakan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran, sehingga penanganan infrastruktur jalan nasional di wilayah Karawang harus disesuaikan dengan alokasi anggaran yang tersedia.
Baca Juga:
File Epstein Seret Dua Diplomat Norwegia ke Penyelidikan Korupsi
Sementara itu, kondisi Jalan Pantura di beberapa titik wilayah Karawang diketahui mengalami kerusakan pada permukaan jalan, sebagaimana terlihat dari dokumentasi visual yang beredar, dan telah menjadi perhatian masyarakat pengguna jalan.
Jalan Pantura Karawang memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung antarwilayah di Pantura Jawa Barat, sehingga kondisi infrastruktur jalan menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran arus lalu lintas dan distribusi barang.