Melalui program tersebut, para “bapak asuh” berperan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak, memantau perkembangan kesehatan, serta membantu memastikan keluarga memperoleh akses terhadap layanan kesehatan dan bantuan sosial yang diperlukan.
Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat intervensi langsung kepada keluarga yang memiliki anak berisiko stunting sehingga proses penanganannya dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Indikator Makro 2026 Menguat: Ekonomi Kabupaten Karawang Stabil, Pengangguran dan Kemiskinan Turun Signifikan
Digitalisasi Data untuk Intervensi Tepat Sasaran
Selain pendekatan sosial, Pemerintah Kabupaten Karawang juga mengembangkan sistem digitalisasi data kesehatan untuk memantau kondisi anak secara lebih akurat.
Melalui sistem pendataan yang terintegrasi, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi anak yang berisiko mengalami stunting serta memetakan wilayah yang membutuhkan intervensi prioritas.
Baca Juga:
Langit Teheran Gelap Total, “Hujan Hitam” Beracun Turun Usai Depot Minyak Dihantam Israel
Digitalisasi data juga memungkinkan pemantauan perkembangan kesehatan anak secara berkala, termasuk status gizi, layanan kesehatan yang diterima, serta program intervensi yang telah diberikan.
Dengan sistem tersebut, pemerintah daerah dapat memastikan bahwa program penanganan stunting berjalan secara efektif dan tepat sasaran.
Kolaborasi Lintas Sektor