KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui berbagai inovasi program yang terintegrasi. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pelaksanaan program “Bapak Asuh Anak Stunting” serta penerapan digitalisasi sistem pendataan kesehatan guna memastikan intervensi yang lebih cepat dan tepat sasaran.
Program tersebut dijalankan sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Aep Syaepuloh bersama Wakil Bupati Maslani dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak serta memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Karawang.
Baca Juga:
PUSHPA Minta Kejati Sumut Panggil Pemko Medan Hingga Pihak Pengusaha Soal Bangunan di Lahan PT KAI
Penurunan Angka Stunting Jadi Prioritas Pembangunan
Penanganan stunting menjadi salah satu agenda prioritas pembangunan nasional maupun daerah karena berkaitan langsung dengan kualitas generasi masa depan.
Berdasarkan data pemerintah daerah dan pemantauan kesehatan masyarakat, angka prevalensi stunting di Karawang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren penurunan seiring dengan penguatan intervensi kesehatan, perbaikan gizi masyarakat, serta peningkatan akses layanan kesehatan.
Baca Juga:
Jembatan Beton Garuda Tahap III dan IV Resmi Digunakan, Perkuat Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga di Tanjab Barat
Pemerintah Kabupaten Karawang menargetkan percepatan penurunan angka stunting melalui berbagai program intervensi yang melibatkan berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Inovasi Program “Bapak Asuh Anak Stunting”
Salah satu inovasi yang dijalankan pemerintah daerah adalah program Bapak Asuh Anak Stunting, yaitu pendekatan kolaboratif yang melibatkan pejabat pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan pendampingan kepada anak yang mengalami stunting.