KARAWANG — Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah bantaran sungai untuk segera melakukan evakuasi mandiri sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi banjir akibat meningkatnya debit air sungai di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Baca Juga:
BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Ekstrem yang Makin Sering Terjadi
Imbauan tersebut disampaikan menyusul intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, yang berdampak pada naiknya debit sejumlah aliran sungai utama di wilayah Karawang, termasuk Sungai Citarum dan Sungai Cibeet. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan luapan air ke permukiman warga, khususnya di wilayah rawan banjir.
Bupati Aep menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Oleh karena itu, warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai diminta untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan dan imbauan dari petugas di lapangan.
Imbauan evakuasi tersebut dilakukan pada Januari 2026, seiring dengan kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Karawang. Berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, sejumlah kecamatan berada dalam status waspada terhadap potensi banjir dan genangan.
Baca Juga:
Bupati Karawang Turut Sampaikan Ucapan pada Hari Bhakti Imigrasi ke-76 Melalui Karangan Bunga
Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyiagakan personel serta sarana dan prasarana kebencanaan. Koordinasi lintas sektor juga dilakukan dengan melibatkan aparat kecamatan, pemerintah desa, TNI, Polri, serta unsur relawan untuk memastikan kesiapsiagaan penanganan di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah menyiapkan lokasi pengungsian sementara bagi warga yang terdampak serta memastikan ketersediaan kebutuhan dasar, seperti logistik pangan, air bersih, dan layanan kesehatan. Pendataan terhadap warga terdampak terus dilakukan untuk menjamin bantuan dan pelayanan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Bupati Aep menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan kondisi debit air sungai secara berkala dan meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait guna mengambil langkah cepat apabila terjadi peningkatan risiko banjir. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila terjadi kondisi darurat di wilayahnya.