Karawang, Jawa Barat — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah terhadap agenda swasembada pangan nasional saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Panen Raya Padi Nasional di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, salah satu kawasan sentra produksi padi nasional.
Baca Juga:
Adu Mulut Berujung Peluru, Empat Personel Brimob Diamankan Polda Sultra
Kunjungan kerja ini tidak hanya menjadi agenda seremonial panen raya, tetapi juga momentum politik dan kebijakan strategis pemerintah dalam menempatkan sektor pangan sebagai prioritas utama nasional. Kehadiran Presiden bersama jajaran kabinet dan kepala daerah menandai konsolidasi kebijakan pangan dari tingkat pusat hingga daerah.
Presiden Prabowo didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Desa Yandri Susanto, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Turut hadir Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya serta Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto yang membidangi sektor pertanian, pangan, dan kehutanan.
Dari unsur pemerintah daerah, Presiden didampingi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Karawang Aep Syaepuloh, serta sejumlah kepala daerah dari provinsi sentra pertanian. Kehadiran para kepala daerah tersebut mencerminkan penguatan koordinasi lintas wilayah dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
Baca Juga:
Gus Alex Resmi Jadi Tersangka, KPK Buka Babak Baru Kasus Korupsi Haji
Dalam kegiatan panen raya, Presiden Prabowo secara simbolis melakukan panen padi bersama petani. Pada kesempatan itu, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai capaian penting dalam produksi beras, yang menjadi fondasi menuju swasembada pangan nasional. Pemerintah, kata Presiden, berkomitmen menjaga ketersediaan stok pangan strategis sebagai bagian dari kedaulatan nasional.
Secara politik kebijakan, agenda swasembada pangan yang ditegaskan Presiden Prabowo menandai arah pemerintahan yang menempatkan ketahanan pangan sebagai isu strategis negara, setara dengan pertahanan dan stabilitas ekonomi. Pemerintah memandang pangan bukan semata sektor ekonomi, tetapi instrumen stabilitas sosial dan politik nasional.
Selain panen raya, Presiden bersama jajaran menteri melakukan peninjauan pameran teknologi dan inovasi pertanian, termasuk penggunaan alat dan mesin pertanian modern, sistem irigasi, serta program hilirisasi hasil pertanian. Peninjauan ini menegaskan arah kebijakan pemerintah yang mendorong transformasi pertanian dari pola tradisional menuju sistem modern, efisien, dan berdaya saing.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Karawang memiliki posisi strategis sebagai salah satu lumbung padi nasional, sehingga menjadi simbol penting dalam kebijakan pangan nasional. Pemerintah pusat, lanjutnya, terus memperkuat dukungan anggaran, sarana produksi, serta perlindungan lahan pertanian berkelanjutan.
Pada agenda yang sama, Presiden Prabowo juga menyerahkan penghargaan kepada tokoh dan pelaku sektor pertanian, termasuk petani dan pemangku kepentingan yang dinilai berkontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi pangan nasional. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan negara terhadap peran petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang siap mendukung penuh kebijakan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat. Menurutnya, Karawang berkomitmen menjaga keberlanjutan lahan sawah serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui penguatan infrastruktur dan pendampingan produksi.
Kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Karawang berlangsung dengan pengamanan sesuai protokol kenegaraan dan mendapat perhatian luas masyarakat. Antusiasme warga menunjukkan tingginya harapan publik terhadap keberlanjutan kebijakan pangan nasional yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Dengan menjadikan Karawang sebagai lokasi penegasan swasembada pangan, pemerintah mengirimkan pesan politik yang kuat bahwa ketahanan pangan tidak hanya menjadi slogan, melainkan agenda konkret yang dilaksanakan melalui sinergi pusat dan daerah. Pemerintah menargetkan sektor pangan sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas nasional di tengah tantangan global.