KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang meningkatkan langkah penanganan dan antisipasi banjir di sejumlah wilayah menyusul masih tingginya intensitas curah hujan pada April 2026. Kebijakan ini dipimpin langsung oleh Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta unsur terkait lainnya.
Baca Juga:
Rusia Jadi Andalan Baru, Indonesia Disebut Masuk Zona Aman Ketahanan Energi
Langkah penanganan difokuskan pada wilayah rawan banjir seperti Kecamatan Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Karawang Barat, dan sejumlah kawasan permukiman yang berada di sekitar aliran sungai serta daerah dengan sistem drainase terbatas. Pemerintah daerah menilai bahwa peningkatan curah hujan dalam beberapa waktu terakhir berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir apabila tidak diantisipasi secara maksimal.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan bahwa seluruh jajaran perangkat daerah harus meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
“Antisipasi harus dilakukan secara terukur dan berkelanjutan, khususnya di titik-titik rawan banjir. Penanganan di lapangan harus cepat, tepat, dan terkoordinasi agar dampaknya tidak meluas,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Karawang melalui Dinas PUPR melakukan normalisasi saluran air dan sungai, pengerukan sedimentasi, serta perbaikan dan pembersihan drainase di sejumlah titik strategis. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aliran air agar tidak terjadi penyumbatan yang dapat menyebabkan genangan.
Baca Juga:
Pemkab Karawang Tingkatkan Pengawasan Distribusi Bahan Pokok, Bupati Aep Syaepuloh Pastikan Stabilitas Harga
Sementara itu, BPBD Kabupaten Karawang menyiagakan personel di lapangan serta melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan kondisi cuaca dan debit air di beberapa wilayah. Tim reaksi cepat juga disiapkan untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat apabila terjadi banjir.
Selain penanganan teknis, pemerintah daerah juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana kebencanaan, seperti pompa air, perahu evakuasi, serta logistik darurat bagi masyarakat terdampak. Distribusi bantuan akan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi apabila terjadi kondisi darurat.
Pemkab Karawang turut mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan banjir, antara lain dengan tidak membuang sampah ke saluran air serta menjaga kebersihan lingkungan. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas penanganan banjir di daerah.