Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan pelayanan persampahan, mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sekaligus mendorong pengolahan sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Selain itu, Pemkab Karawang juga telah mengusulkan program ISWMP tahun 2027, meliputi peningkatan kapasitas TPST Mekarjati dan TPST Cirejag masing-masing menjadi 40 ton per hari melalui pembangunan hanggar baru, penambahan arm roll di kedua TPST, serta penambahan sarana dan prasarana mesin pencacah halus RDF (Refuse Derived Fuel).
Baca Juga:
Rusia Hujani Ukraina dengan 656 Drone dan 73 Rudal, Sedikitnya 9 Orang Tewas
Pemkab Karawang meyakini penguatan sarana dan prasarana tersebut akan mendukung transformasi pengelolaan sampah menuju konsep ekonomi sirkular dan energi alternatif berbasis RDF.
Melalui kunjungan lapangan ini, Pemkab Karawang berharap tim World Bank Mission dapat melihat secara langsung potensi, kesiapan, dan komitmen daerah dalam mendukung keberhasilan program ISWMP.
Pemerintah Kabupaten Karawang juga berharap dukungan dan pendampingan seluruh pihak agar program tersebut dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Baca Juga:
Bupati Aep Tekankan Persatuan dan Ketahanan Ekonomi pada Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
Sinergi antara Pemkab Karawang, pemerintah pusat, dan World Bank diharapkan terus diperkuat guna mewujudkan Kabupaten Karawang yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.