Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar rapat bersama tim World Bank Mission dalam rangka kunjungan lapangan program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP) di Kabupaten Karawang, Selasa 12 Mei 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Karawang menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan World Bank terhadap pengembangan sistem pengelolaan persampahan di Kabupaten Karawang.
Baca Juga:
Rusia Hujani Ukraina dengan 656 Drone dan 73 Rudal, Sedikitnya 9 Orang Tewas
Pemerintah daerah menilai persoalan sampah menjadi tantangan besar yang dihadapi hampir seluruh daerah, termasuk Karawang.
Pertumbuhan penduduk, perkembangan kawasan industri, perdagangan, hingga permukiman dinilai menuntut adanya sistem pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk komitmen, Pemkab Karawang terus memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui kolaborasi bersama pemerintah pusat dan World Bank dalam program ISWMP.
Bupati Karawang, H Aep Syaepuloh SE mengatakan, penguatan sistem pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
“Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah daerah. Dibutuhkan kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan World Bank, agar sistem pengelolaan sampah di Karawang dapat berjalan lebih modern, efektif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga:
Bupati Aep Tekankan Persatuan dan Ketahanan Ekonomi pada Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
Ia juga menegaskan, Pemkab Karawang terus berupaya menghadirkan pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan volume sampah, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah melalui konsep ekonomi sirkular dan energi alternatif.
“Melalui program ISWMP ini, kami berharap pengelolaan sampah di Karawang dapat semakin baik, pelayanan kepada masyarakat meningkat, dan beban TPA bisa berkurang secara signifikan,” katanya.
Pada tahun 2026, Pemkab Karawang akan mengembangkan sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), di antaranya TPST Mekarjati dengan kapasitas pengolahan 20 ton per hari, TPST Cirejag sebesar 20 ton per hari, serta optimalisasi TPST Jayakerta dari kapasitas eksisting 3 ton per hari menjadi 40 ton per hari melalui program ISWMP.