Lalu bagaimana kegiatan ekspor nikel saat ini, apa benar ada kebocoran-kebocoran?
Agus mengatakan, bahwa kegiatan ekspor nikel sudah ada prosedurnya. Ia bilang, mengekspor barang mentah tidak semudah seperti mengekspor minyak goreng. "Jadi sudah sangat dipikirkan oleh Kementerian ESDM, bahwa kegiatan ekspor itu akan segera terpantau," ungkap dia.
Memang, kata Agus, Indonesia merupakan negara yang sangat luas, untuk memantau kegiatan ekspor nikel dari kebocor-kebocoran menjadi sulit. Namun, kata Agus, proses pengeksporan nikel akan sangat terlihat dengan kasat mata karena harus menggunakan kapal yang besar dan memakai pelabuhan-pelabuhan yang sudah ditentukan sebelumnya.
"Saya kira tidak mungkin ada kebocoran," tandas dia. Di kutip “dari CNBC”
Mengacu MODI Minerba, sampai pada 18 Maret 2022 ini, produksi untuk nikel jenis Fero Nikel (Feni) mencapai 69.630,64 ton dengan tingkat penjualan mencapai 36.208,52 ton. Sementara itu untuk nikel matte produksinya mencapai 11.346,67 ton dengan penjualan baru 2.310,71 ton.red