Disini UAS belum menyadari jika dirinya sedang dibohongi temannya, sebab selimut milik maskapai itu seharusnya dikembalikan ketika mereka sampai ke tujuan. UAS dan rombongan kemudian menuju asrama tempat tinggal mereka.
Setibanya di asrama, UAS sungguh terkejut ketika dia ditegur sahabatnya yang lain ikut dalam penerbangan itu, dia memberitahu UAS, bahwa sesungguhnya selimut milik maskapai yang ia bawa pulang seharusnya dikembalikan
Baca Juga:
UAS Senggol Program MBG, Prabowo Tetap Optimis Mampu Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi
“Udah turun sampai ke asrama baru teman saya nanya, ‘Mad itu kan punya pesawat?’, ‘Kata kawan saya untuk kita’,” ujar Ustadz Abdul Somad.
Temannya itu pun mengatakan kepada UAS bahwa penceramah itu telah berdosa lantaran mengambil selimut milik maskapai pesawat tersebut yang sebenarnya tidak boleh diambil.
Dosa kau!,” kata UAS menirukan ucapan temannya itu.
Baca Juga:
Warga Mukomuko Padati Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad pada Hari Jadi Ke-21
Setelah ditegur temannya tersebut, UAS pun baru menyadari bahwa ia telah mencuri barang dari pesawat tersebut. Itulah, menurutnya pertama kali dirinya mencuri.
“Itulah saya mencuri pertama kali,” ujarnya.